Uraian-uraian terhadap para produsen formula susu bayi
Uraian-uraian terhadap para produsen formula susu bayi

Uraian-uraian terhadap para produsen formula susu bayi, yang mulai muncul di pertengahan tahun tujuh puluhan, sangat saya setujui, dan saya mulai mengikuti kampanye-kampanye ICCR dan INFACT. Ketika saya masih mahasiswa, saya sering ikut dalam barisan-barisan demonstrasi hak-hak asasi manusia dan anti-nuklir serta protes terhadap peperangan di Asia Tenggara. Sebagai seorang “tukang protes di akhir pekan”, saya dengan mudah terseret dalam masalah-masalah yang sedang terjadi, sering tanpa pengertian kritis mengenai persoalan-persoalan itu. Pada akhir tahun tujuh puluhan saya menerima undangan untuk memperbincangkan pengalaman-pengalaman saya di Thailand dengan kelompok-kelompok gereja yang sedang berjuang untuk menentukan apakah akan ikut memboikot Nestle atau mendukung resolusi pemegang saham terhadap perusahaanperusahaan seperti Bristol-Myers. Pada akhir tahun tujuh puluhan, dalam kedudukan saya yang pertama sebagai tenaga pengajar penuh, saya dikritik oleh rekan-rekan saya di bidang antropologi bahwa saya telah “ikut terlibat” dan “telah kehilangan obyektivitas”.

Saya merasa terganggu oleh kritik dari para antropolog itu, yang tidak setuju dengan uraian anjuran yang saya gunakan dalam perdebatan-perdebatan umum. Akan tetapi saya lebih terganggu oleh kekurangan perhatian dari rekan-rekan saya; mereka akan mengemukakan banyak data dari pekerjaan lapangan mereka sendiri yang mendukung sikap menganjurkan, tetapi mereka merasa bahwa kampanye anjuran itu sendiri bukanlah suatu masalah profesional bagi para antropolog. Ketika saya menemukan diri saya berdebatdengan para antropolog yang mewakili Nestle atau perusahaan-perusaan produsen susu buatan yang lain, saya merasa putus asa. Salah satu pengalaman yang menyakitkan terjadi dalam suatu rapat kerja tahunan pada tahun 1980 dari asosiasi Amerika, ketika seorang mahasiswa mengusulkan suatu resolusi untuk mendukung kegiatan INFACT dan WHO/UNICEF. Seperti seorang pengecut yang berhati kecil, saya berdiam diri atas nasihat seorang rekan, yang mendesak supaya saya jangan kelihatan seperti seorang mahasiswa radikal dengan mengambil sikap di depan umum mengenai persoalan yang mungkin akan ditolak oleh rapat. Resolusi itu telah dikalahkan dengan mudah oleh uraian-uraian seperti “bukti-buktinya terkumpul semua”. Tetapi rapat itu telah mendukung serangkaian resolusi yang sama-sama tidak mempunyai bukti.

Pengalaman ini menekankan pada saya perbedaan antara uraianuraian penganjur dan uraian penelitian di dalam perguruan tinggi, dan menghasilkan suatu tulisan tentang apakah kontroversi susu buatan untuk bayi itu mempunyai hubungan dengan antropologi (Van Esterik 1980). Ada tanggapan dari mahasiswa terhadap persoalan ini, yang menyebabkan saya memutuskan bahwa kontroversi itu seharusnya menj adi persoalan bagi antropologi. Kontroversi tersebut kadang-kadang menyusup ke dalam kuliah-kuliah saya tentang evaluasi manusia, peranan-peranan seks dan antro-pologi terapan dan ilmu gizi. Dengan membawa persoalan itu ke dalam kuliah-kuliah antropologi, saya mulai melihat adanya berbagai macam per-soalan yang perlu diperiksa sebelum persoalan itu dapat di-pahami sepenuhnya.

Kesempatan untuk meneliti persoalan-persoalan itu tiba ketika saya ikut serta dalam konsorsium untuk mempelajari faktor-faktor yang menentukan dari pemberian susu kepada bayi di negara-negara yang sedang berkembang. Di Universitas Cornell, saya belajar lebih banyak lagi tentang akibat pemberian susu botol kepada bayi bagi kesehatan dan gizi dan kerumitan di balik disain penelitian dan hubungan yang menyebabkannya. Setelah belajar tentang uraian-uraian penelitian, saya tak mendengar lagi suara lengking para penganjur yang membuat saya dengan mudah terlalu menyederhanakan persoalan ketika berdebat di muka umum. Lama sesudah itu, saya menulis tentang pengalaman mengenakan”topi yang salah”. Saya “berbicara tentang penelitian” ketika seharusnya saya “berbicara tentang penganjuran” dalam debat dengan suatu tim yang sangat canggih dari Nestle (Van Esterik 1986). Walaupun penulisan saya berakibat hilangnya sifat teatral dan retoris yang diperlukan dalam uraian-uraian penganjur, saya dipuji oleh seorang rekan antropologi kesehatan yang mengatakan bahwa karena karya saya menjadi lebih objektif dan tidak emosional, ia bertambah kuat. Saya hidup dengan pertentangan-pertentangan antara uraian penganjur dan penelitian tanpa menyadari pentingnya perbedaan ini untuk persoalan-persoalan teoretis dalam ilmu antropologi.

Studi tentang pemberian susu kepada bayi memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana formula susu untuk bayi dipro-mosikan di negara-negara berkembang, tetapi juga betapa tak cukupnya kemampuan analisa kita untuk membuktikan secara sempurna hubungan sebab dan akibat antara promosi dan keputusan-keputusan tentang pemberian susu kepada bayi. Kadang-kadang saya merasa frustrasi ketika mendapatkan diri menyumbang pada proyek itu dengan lebih banyak enulis tulisan-tulisan yang khusus mengenai menyusui bayi dan peker-jaan wanita (Van Esterik dan Greiner 1981) dan kekurangan ASI (Greiner et aL, 1981; Van Esterik 1988). Yang menonjol dari pengalaman melakukan perjalanan pulang balik ke empat negara dan bekerja dengan para etnograf itu ialah beberapa kejadian yang tak dimuat dalam karyakarya tulis yang lebih obyektif yang sedang saya tulis ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here