Tersedianya udara yang segar dalam rumah atau ruangan amat dibutuhkan manusia
Tersedianya udara yang segar dalam rumah atau ruangan amat dibutuhkan manusia

Tersedianya udara yang segar dalam rumah atau ruangan amat dibutuhkan manusia. Suatu ruangan yang tidak mempunyai sistem ventilasi yang baik, dan dihuni oleh rnanusia, akan rnenimbulkan beberapa keadaan yang dapat merugikan kesehatan dan atau kehidupan, misalnya:

1.            Kadar oksigen akan berkurang. Padahal telah sama diketahui bahwa manusia tidak mungkin hidup jika tidak ada oksigen dalam udara.

2.            Bersamaan dengan itu, kadar CO2 yang bersifat racun bagi manusia akan meningkat.

3.            Ruangan akan berbau, disebabkan karena bau tubuh, pakaian, pernapasan dan mulut.

4.            Kelembaban udara dalam ruangan akan naik, karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit ataupun pernapasan.

Tidak tersedianya ventilasi yang baik pada suatu ruangan, makin membahayakan kesehatan dan atau kehidupan, jjka an dalam ruangan tersebut terjadi pula pencemaran oleh bakteri (misahiya oleh penderita TBc), ataupun oieh pelbagai zat kimia (organik ataupun inorganik). Adanya bakteri di udara, biasanya (.1isebabkan karena adanya debu, uap air dan lain sebagainya yang kebetulan mengandung kuman. Menurut Winslovr setiap gram debu jalanan mengandung kira-kira 50 juta bakteri, sedangkan debu yang terdapat di dalam ruangan biasanya di-perkirakan mengandung 5 juta bakteri per gram. Jurnlah bakteri dalam udara akan bertambah, jika kebetulan di ruangan tersebut terdapat sumbernya, misalnya penderita penyakit TBC, influensa ataupun luka terbuka yang bernanah.

Untuk membebaskan udara dari bakteri, bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena sebenarnyalah setiap ruangan yang dihuni oleh seseorang, pasti mengandung bakteri yang berasal dari hidung, tenggorokan, dan lain sebagainya. Karena itulah upaya membebaska.n udara dari kuman, tidak crilakukan pada semua tempat. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada keadaan atau tempat tertentu saja, misalnya pada kamar bedah asepsis. Teknik yang biasanya dilakukan ialah dengan membuat sistem ventilasi yang baik, dengan penyinaran ultra violet, menggunakan zat disinfektan ataupun dengan mengusahakan agar kadar debu dalam ruangan yang diduga mengandung kuman diturunkan. Jika zat disinfektan yang dipakai, maka biasanya diganalcan triethilene glycol karena zat ini mempunyai daya bunuh yang tinggi, murah, tidak berbau, tidak begitu bersifat racun bagi manusia, serta tidak menimbulkan kerusakan pada benda-benda logam. Sedangkan jika kadar debu yang ingin diturunkan, kecuali dengan membuat sistem ventilasi yang baik, juga dapat dilakukan dengan mengurangi hal-hal yang diperkirakan dapat menjadi sumber debu, seperti misalnya mencat dinding, melapis lantai kayu dengan parapin, mencegah keluar atau berserakannya kapas dari kasur atau bantal, membersihkan pakaian setelah dipakai berjalan, dan lain sebagainya.

Mengusahakan agar ruangan tetap berada dalam kelembaban (humidity) yang diinginkan adalah tujuan lainnya dari

Ruangan dengan ventilasi yang tidak haik, jika dihuni seseorang akan mengalami kenaikan kelembaban yang disebabkan penguapan cairan tubuh dari kulit atau karena uap pernapasan, Jika udara kurang mengandung uap air, maka udara terasa kering yang tidak menyenangkan. Sebaliknya jika udara terlalu banyak mengandung uap air, maka udara basah yang dihirup berlebihan,akan menggariggu pula fungsi paru-paru. Untuk mengukur kelembaban udara, dapat dipergunakan hygrometer. Saat ini pengukuran kelembaban udara dapat dilakukan sekaligus dengan pengukuran

zuhu, yakni dengan mempergnakan suatu alat yang disebut sling psychrometer atau arsmann psychrometer.

Demildaniah, agar udara dalam ruangan selalu segar, maka ruangan tersebut harus mempunyai sistem aliran udara yang baik. Untuk ini ada dua cara yang dapat dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here