Mengatur Sirkulasi udara di dalam Rumah
Mengatur Sirkulasi udara di dalam Rumah

Jika panas api yang dipakai sebagai sumber panas, maka api tersebut biasanya ditempatkan langsung di dalarn ruangan. ‘Sedangkan jika udara panas atau air panas yang dipakai sebagai sumber, biasanya diperoleh dari luar. Umunanya yang disenangi ialah air panas, yakni dengan mengalirkan air melalui pipa khusus yang dipasang dalam ruangan. Jika udara panas yang digunakan, pada umumnya dapat terganggu kebersihan udara, sedangkan jika air panas dalam pipa yang dipakai, kecuali tidak mencemarkan udara, juga dapat dipasang pada tempat yang diingini, seperti misalnya di bawah lantai yang jika ditutup dengan rapi tidak akan mengganggu keindahan ruangan.

2. Melakukan penukaran udara:

Cara menukar udara ada dua macam yakni:

(a)          hanya menukar udara setempat, seperti pada pemakaian kipas angin, atau

(b)          menukar dengan udara baru, seperti pemasangan exhaust ventilation atau air condition misalnya. Tentunya yang lebih baik adalah cara penukaran yang kedua, karena cara ini menghasilkan udara baru lebih segar, sedangkan cara yang pertama udara tetap sama, hanya ditukar udara yang ada di ruangan itu saja.

3. Memasang penyekat suhu pada bangunan.

Di negara-negara yang mengenal pergantian musim, pada bangunan sering dipasang alat penyekat atau penahan panas, berupa kapas, kain dan lain sebagainya yang dipasang di antara dua dinding bngunan. Dengan adanya penyekat ini, maka pada mu-sim dingin, udara panas yang ada di dalam tidak akan keluar, sedangkan pada musim panas, udara yang ada di luar tidak akan mempengaruhi udara yang ada di dalam ruangan. Tentu saja mudah dipahami bahwa alat penyekat suhu ini harus dipasang hati-hati, misalnya tidak berdekatan dengan kabel listrik dan lain sebagainya, guna menghindarkan kemungkinan terjadinya kebakaran.

Pada negara-negara, yang sudah maju, sering dipergunakan tungku pemanas yang mempergunakan gas sebagai sumber bahan bakar. Tungku pemanas ini diletakkan di dalam ruangan. Tungku pemanas gas ini ada bahayanya, yakni terbentuknya gas CO yang jika tidak berhati-hati akan menimbulkan keracunan. Memasang api unggun pada tungku pemanas sebagaimana yang sering ditem‘ikan di daerah pegunungan di Indonesia, juga ada bahayanya, yakni terbentuknya gas CO yang disebabkan karena pembakaran berlangsung dalam ruangan yang kurang 02. Oleh karena itu haruslah berhati-hati sekali memakai sumber panas dari api.

Keracunan dengan gas CO menimbulkan gejala gangguan pada fungsi sel darah merah. Pada kasus yang ringan, gejala yang muncul hanya sakit kepala. Tetapi jika konsentrasi gas CO cukup tinggi yakni sampai 2.000 ppm maka orang yang berada di dalamnya dapat meninggal dalam waktu 1 sampai 2 jam. Keracunan dengan CO pada akhir-akhir ini sering terjadi, karena pembentukan gas CO memang sukar diketahui. Gas CO adalah gas yang tidak mempunyai bau, tidak berwarna dan tidak merangsang, sehingga seseorang yang berada di dalamnya, tidak menyadari bahaya yang mengancam. Gas CO juga terbentuk pada pernbakaran bensin. Ber hati-hatilah waktu menghidupkan mesin kendaraan bermotor di garasi yang tidak mempunyai sistem ventilasi yang baik.

Untuk negara Indonesia, pengaturan suhu tidaklah begitu menjadi persoalan, karena Indonesia tidak mengenal pergantian musim yang terlalu menyolok bedanya. Apalagi karena kelembaban udara umumnya cukup sesuai yakni sekitar 85 — 95%. Di daerah pegunungan, penduduk mempergunakan kayu bakar, sedangkan di daerah pantai suhu diatur dengan membuat jendela, atau lubang angin yang cukup. Di daerah pedesaan suhu ruangan disejukkan misalnya dengan menanam pohon-pohon yang rindang di pekarangan.

Untuk mengatur panas tubuh, pada umumnya masyarakat Indonesia mengaturnya antara dengan memilih bahan pakaian yang dikenakannya. Secara relatif, pakaian penduduk yang ber-tempat tinggal di daerah yang berhawa sejuk lebih tebal dibanding-kan dengan penduduk yang bertempat tinggal di hawa panas. Sebagian penduduk lainnya mengatur suhu tubuh dari panas yang dihasilkan oleh proses metabolisme tubuh sendiri. Misalnya dengan lebih mengaktifkan kerja otot dalam melaksanakan kehidupan rutin sehari-hari.

Adapun alat pengukur panas yang dipakai ialah termometer. Untuk Indonesia dipakai sekala ukuran celcius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here