Memanfaatkan Sifat Dasar Cahaya untuk Rumah
Memanfaatkan Sifat Dasar Cahaya untuk Rumah

Pengetahuan akan sifat germicid dari cahaya ini, banyak pula dimanfaatkan’ oleh manusia, dalam rangka menciptakan kehidupan dant atau kesehatan yang lebih sempurna, seperti misalnya membiarkan cahaya matahari pagi masuk ke dalam rumah, karena cahaya matahari pagi tersebut banyak mengandung sinar ultra violet yang dapat mematikan kuman.

Demikianlah agar suatu rumah atau ruangan mempunyai sistem cahaya yang baik (untuk kepentingan penerangan ataupun untuk membunuh pelbagai macam bakteri), dapat dipergunakan dua macam cara, yakni:

1. Cahaya buatan; artinya mempergunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti listrik, lampu minyak tanah, lampu gas dan lain sebagainya. Ada 5 sistem yang dapat dipergunakan dalam menciptakan penerangan dengan cahaya buatan tersebut, yakni:

(a)          secara langsung,

(b)          secara setengah langsung,

(c)           secara tidak langsung,

(d)          secara setengah tidak langsung, serta

(e)          secara langsung dan tidak langsung.

Cara langsung ialah dengan menempatkan benda atau obyek yang diterangi langsung di bawah sumber cahaya, di mana 90 sampai dengan 100% dari cahaya hanya diterima dari sumber cahaya itu saja. Sedangkan pada setengah langsung, hanya 60% sampai dengan 90% saja cahaya didapatkan dari sumber cahaya tersebut, selebihnya didapatkan dari pantulan yang terjadi di sekitar. Pada cara tidak langsung, maka 90 sampai dengan 100% cahaya yang didapatkan suatu objek berasal dari pantulan sedangkan cara setengah tidak langsung jumlah cahaya yang didapatkan dari pantulan ini sebanyak 60 sampai dengan 90%. Pada cara langsung dan tidak langsung, maka sinar terbagi merata di seluruh ruangan, sehingga cahaya yang didapat oleh suatu obyek secara langsung sama besarnya dengan yang didapatnya secara tidak langsung.

2. Cahaya alamiah; yakni mempergunakan sumber cahaya yang terdapat di alam, biasanya matahari, bintang dan lain sebagainya. Jika cahaya alamiah ini yang diharapkan, maka haruslah diusahakan agar suatu ruangan mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Dianjurkan, jika membuat jendela sekurang-kurangnya seluas 15 sampai dengan 20% dari luas lantai yang terdapat dalam ruangan. Jika ruangan tidak begitu besar, cukup dibangun jendela pada satu sisi saja, tetapi jika ruangan tersebut besar sekali, seperti gedung pertemuan, aula dan lain sebagainya jendela harus dibuat di kedua sisi.

Cahaya alamiah ini banyak dipengaruhi oleh keadaan alam itu sendiri. Jika awan selalu menutupi matahari, maka jumlah cahaya yang masuk ke ruangan tentu saja berkurang. Selanjutnya, cukup atau tidaknya suatu ruangan mendapat cahaya alamiah ini, ditentukan pula oleh teknik membuat jendela itu sendiri. Misalnya apakah jendela tersebut terlindung, dibangun terlalu tinggi, terlalu rendah, tidak begitu lebar dan lain sebagainya, yang kesemuanya harus diperhatikan ketika membangun rurnah.

Penerangan untuk suatu ruangan yang dipergunakan sebagai kantor atau tempat bekerja, memerlukan suatu pengaturan tersendiri. Untuk mencegah kelelahan mental karena cahaya maka dapat dilakukan beberapa hal seperti

1. Berusaha memperbaiki kontras, misalnya memillh latar belakang yang sederhana dan tidak berlebihan, terutama dari segi warna.

2. Memasang sumber cahaya dengan kuat cahaya yang lebih besar.

3. Mengusahakan agar jangan timbul silau. Untuk mencegah timbulnya silau, dapat dilakukan beberapa hal seperti

a.            mengatur penernpatan sumber cahaya yang tepat

b.            menggunakan meja, kursi ataupun alat kantor lainnya yang tidak dibuat dari bahan berkilat.

c.             membuat penghalang pada sumber cahaya, seperti misalnya memasang tirai di jendela, sehingga cahaya matahari tidak langsung masuk ke ruangan.

4. Menghilangkan sumber-sumber yang dapat menirnbulkan bayangan, seperti lemari rak buku dan lain sebagainya.

5. Jika memasang sumber cahaya dengan kuat cahaya yang be-sar, maka harus diusahakan tidak sampai menimbulkan panas, dan karena itu memilih lokasi penempatan sumber cahaya tersebut cukup penting. Tentunya tidak dipasang terlalu dekat dengan karyawan yang bekerja di ruangan tersebut.

Rumah yang tidak bising, dalam arti para penghuninya tidak terganggu oleh bunyi ataupun suara yang tidak diinginkan, adalah rumah yang dipandang sehat. Karena jika daerah tempat tinggal dan atau tempat bekerja terlalu bising, kecuali akan menimbulkan rasa tidak tenang, juga dapat mendatangkan kelainan pada pendengaran. Suatu bunyi yang berlangsung terus-menerus dapat menimbulkan ketulian yang bersifat progresif. Tetapi jika bunyi yang timbul tersebut tiba-tiba, serta dengan intensitas yang besar sekali, timbullah ketulian yang bersifat konduktif, yakni pecahnya gendang telinga, atau rusaknya tulang-tulang halus di telinga dalam, sehingga terjadi gangguan pada antaran bunyi.

Sama halnya dengan cahaya, maka agar terjadi bunyi, diperlukan suatu sumber bunyi, yakni suatu yang bergetar. Perbedaannya inilah bunyi membutuhkan medium pengantar, yang dipakai oleh gelombang-gelombang sumber bunyi untuk merambat. Adapun medium pengantar tersebut bermacam-macam. Secara umum dibedakan atas zat padat, zat Cair ataupun udara. Untuk menentukan kwalitas suatu bunyi, diukur dua hal pokok, yakni frekwensi yang dinyatakan dalam jumlah getaran per detik (herz) serta intensitas yakni jumlah energi bunyi per satuan luas yang dinyatakan dalam desibel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here