Proyek makanan bayi merupakan contoh unit supranasional
Proyek makanan bayi merupakan contoh unit supranasional

Di Muangthai, migrasi wanita-wanita muda dari keluarga yang tak memiliki tanah di daerah pedesaan ke Bangkok selain terdorong oleh pe-ningkatan usaha pertanian, juga oleh bertambahnya permintaan akan hasil bumi yang diperdagangkan yang mulai tampak dalam abad yang lalu. Di Kenya, pada mulanya usaha perkebunan di bawah pengawasan pihak penjajah telah mendorong migrasi para pria dan sekarang ini juga memberikan kesempatan kerja secara sporadis kepada wanita, baik dari desa maupun dari kota di sekitar Nairobi. Empat negara tersebut, semuanya pada berbagai tingkat kemajuannya, mempunyai persamaan: “mereka tidak memiliki wilayah jajahan lain untuk dieksploitasi dan mereka dihadapkan pada keadaan industri yang telah ada sebelumnya dan yang mempunyai kekuasaan serta kemauan untuk mencampuri urusan dalam negeri mereka” (Wallerstein 1974: 280). Dengan demikian jelas bahwa sis tem dunia beroperasi demi keuntungan sejumlah perorangan, lembaga serta negara, sekaligus dapat merugikan pihak-pihak lain.

Urbanisasi mengambil bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada ko nteks sejarah, sosial-ekonomi dan budaya yang mereka alami. Untuk menilai, bagaimana lingkungan kota mempengaruhi pola makanan bayi di tiap kota dari empat negara yang diteliti itu, kota-kota tersebut harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Kota-kota itu memang berbeda dalam ukuran, sejarah, organisasi serta hubungan mereka dengan penduduk pedesaan yang ada di sekitar mereka. Tiga dari empat kota itu memperlihatkan bukti dari masa lalunya yang pernah mengalami penjajahan: Bogota yang di masa lalu dijajah oleh Spanyol, Nairobi yang belum lama ini masih dijajah Inggris, dan Semarang yang pernah dijajah oleh Belanda. Sebaliknya Bangkok adalah unik, karena Muangthai memang belum pernah dijajah oleh bangsa lain. Tetapi toh kota ini memperlihatkan pengaruh kuat dari bangsa Amerika, Eropa dan Jepang dengan segala kepentingannya.

Sistem dunia juga telah membentuk lembaga-lembaga yang bekerja dengan melintasi batas-batas antarbangsa. Gereja Roma Katolik, Bank Du-nia, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Ford dan Rockefeller Foundation dan perusahaan-perusahaan multinasional dalam pangan dan obat-obatan, semua itu merupakan sistem budaya yang lebih luas, yang beroperasi dengan melintasi batas-batas antarnegara. Pada daftar tersebut di atas dapat ditambahkan: program-program pemberian bantuan bilateral tingkat nasional, produsen dan penyalur perlengkapan teknologi medis, usaha-usaha di bidang industri yang menyebarkan polusi dan mengeksploitasi, usahatani besar atau agrobisnis, leveransir dari pupuk kimia serta pestisida dan para penjual peralatan KB (Elling 1981: 25).

Proyek makanan bayi itu sendiri merupakan sebuah contoh dari suatu unit yang sifatnya supranasional. Dengan menyetujui untuk diikutserta-kan dalam penelitian ini, setiap tim nasional dipengaruhi oleh sistem supra-nasional yang lain; the United States Agency for International Develop- ment (USAID), badan yang mengirimkan permohonan asli usul kelayakan, menyerahkan kontraknya kepada konsorsium, lalu membiayai peneli tiannya; perusahaan-perusahaan multinasional seperti Nestle, yang kegiatannya pertama-tama mengharuskan adanya keputusan-keputusan dalam penelitian dan kebijakan mengenai pemasaran susu buatan pengganti ASI; dan organisasi-organisasi PBB seperti WHO dan UNICEF yang menempatkan masalah kontroversi perihal minuman bayi dalam agenda untuk diperdebatkan pada tingkat internasional.

Ketiga sistem supranasional tersebutdi atas, ditambah lagi dengan kelompok-kelompok penganjur seperti INFACT dan IBFAN, yang secara berangsur-angsur menjadi organisasi internasional, mempunyai pengaruh yangbesar terhadap penelitian, baik di negara berkembang maupun di negara-negara maju. Dengan demikian, adanya proyek makanan bayi itu me-ngakui beberapa mekanisme yang menarik keempat negara Asia tadi ke dalam sistem dunia.

Pertimbangkan pengaruh dari sistem dunia itu pada kehidupan keempat wanita yang telah kita perkenalkan di muka. Bayi si Amporn dilahirkan di sebuah rumah sakit yang melaksanakan program peningkatan pemberian ASI yang didukung oleh dana pihak internasional. Namun demikian, eksperimennya yang tems-menerus dalam menggunakan berbagai merek susu bayi, memang dimungkinkan oleh persaingan strategi pemasaran perusahaan-perusahaan susu bayi asal Eropa, Amerika dan Jepang dan agen-agen mereka yang terdapat di Bangkok.

Sementara itu bayi Nyonya Sunoto dilahirkan di sebuah rumah sakit gaya Barat, dalam suatu sistem perawatan kesehatan yang masih sangat di-pengaruhi oleh pemerintahan penjajah Belanda selama berabad-abad. Ke-hadiran Grace secara teratur ke suatu Gereja Protestan setempat dan pengaruh Gereja Roma Katolik atas identitasdiri Rosa sesungguhnya juga bukan observasi etnografik yang terpisah-pisah semata, melainkan meru-pakan petunjuk-petunjuk ke arah proses dan lembaga lebih besar yang mempengaruhi wanita-wanita tadi dalam lingkungan kehidupan mereka yang berbeda-beda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here