Pola pemberian makanan bayi dipengaruhi oleh konteks luas politik dan ekonomi dari sistem dunia
Pola pemberian makanan bayi dipengaruhi oleh konteks luas politik dan ekonomi dari sistem dunia

Sebagai pusat kehidupan ekonomi, agama dan budaya di seluruh negara gajah putih itu, Bangkok telah menarik pendatang dari seluruh penjuru negeri, baik yang datang untuk sementara maupun yang ingin menetap secara permanen. Kota ini boleh dikatakan menentukan nilai-nilai dan ukuran untuk seluruh negara, dan para pendatang telah bersiap-siap untuk bertahan dalam kondisi yang sulit dengan tujuan mengambil kesempatan yang ada atau yang dianggap ada dalam hal pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan rekreasi. Sekali seorang pendatang tiba di dalam kota, hubungan dengan desa asal tetap dijaga dengan membantu para kerabat dari desa yang juga ingin mengadu untung di kota, sebaliknya mereka sendiri pun dari waktu ke waktu tetap berkunjung ke desa bila ada perayaan atau kesulitan dalam keluarga.

Para pendatang ini biasanya dapat bertahan hidup di kota dan terkadang ada yang maju karena adanya sistem dualisme dalam tata ekonomi di Bangkok. Walaupun kebanyakan dari perusahaan besar domestik dan asing berada di Bangkok, mereka tidak dapat menerima setiap orang yang mencari kerja di bidang industri dan perdagangan. Lebih berarti bagi para pendatang adalah sektor informal luas yang memberikan sejumlah barang dan pelayanan dalam berbagai jenis. Sektor informal ini mempekerjakan perorangan termasuk anak-anak yang bekerja secara tidak teratur, tawar-menawar harga serta menghasilkan barang-barang untuk suatu sistem perdagangan kecil.

Kira-kira 10 persen dari penduduk Muangthai dapat diidentifikasikan sebagai orang Cina atau Sino Thai (peranakan). Lebih separuh dari mereka hidup di pusat perkotaan. Muangthai memang seringkali disebut sebagai suatu model dari suksesnya pembauran bangsa Cina. Di abad ke-19 anak lelaki dari orang tua berbangsa Thai-Cina dapat dicatat sebagai warganegara Thai dan Cina, sedangkan anak perempuan mereka secara otomatis menjadi warganegara Thai. Kemudian lagi, semua anak yang lahir di Muangthai, secara otomatis mendapat kewarganegaraan Thai. Karena pendidikan formal Cina di sini tidak ada lagi dan imigrasi dari Cina juga sudah berakhir, maka tampaknya asimilasi Sino-Thai tidak dapat dihindarkan lagi. Proses ini pun sulit untuk diteliti, karena orang-orang Sino-Thai menggunakan nama Thai. Menurut sebuah sensus umum, perkampungan tertentu diidentifikasi sebagai perkampungan Cina, dan di dalamnya banyak keluarga dapat menelusuri asal-usul mereka kepada nenek moyang yang dulu, dua atau tiga generasi yang lalu, adalah imigran bangsa Cina.

Sistem Dunia

Rosa, Grace, Nyonya Sunoto dan Amporn, anak-anak serta sanak keluarga mereka, tinggal di dalam pemukiman perkotaan yang amat besar be-danya satu sama lain, mencerminkan kondisi sejarah dan kebudayaan yang sangat berlainan. Walaupun para wanita tersebut mengalami masalah yang sama sebagai orang yang hidup serba susah dalam masyarakat perkotaan yang melarat, namun mereka atau lingkungan kehidupan mereka sama sekali tidak terpencil secara sosial; mereka juga bukannya tidak terkena dampak dari tekanan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Kolombia, Kenya, Indonesia dan Muangthai merupakan bagian dari suatu sistem hirarki yang besar yang disebut sistem dunia. Dalam artikelya, Rollwagon menyebutkan sistem dunia ini sebagai “suatu sistem budaya dengan perluasan dan interpretasi yang membentuksifat transaksi ekonomi besar di dunia, dan dengan demikian memberi pengaruh pada sifat dari sistem budaya lain yang secara fungsional ada kaitannya” (1980: 375). Empat negara termaksud terpengaruh oleh sejumlah besar proses budaya yang biasa berlangsung di dalam sistem dunia, dan bagaimanapun dihubungkan oleh adat kebiasaan yang sama beroperasi di banyak negara melintasi perbatasan negara. Empat negara tersebut, dalam penelitian soal makanan bayi, tampak hanya sedikit mempunyai persamaan, namun secara berliku-liku sesungguhnya ada hubungan satu sama lain dan dengan sistem dunia. Mereka tidak dapat dianggap hanya sebagai kota-kota atau bangsa yang terasing.

Sesungguhnya pola pemberian makanan bayi dipengaruhi oleh konteks luas politik dan ekonomi dari sistem dunia. Proses ini meliputi urbanisasi, kolonialisme dan neokolonialisme, industrialisasi, perdagangan, peningkatan pertanian, migrasi tingkat internasional dan nasional serta turisme. Menurut pengalaman dalam sejarah, proses-proses tersebut sangat erat terkait satu sama lain, sebagaimana dulu industrialisasi di Eropa terkait dengan kapitalisme dan kolonialisme. Bahan-bahan mentah, tenaga kerja yang murah dan pasaran yang luas di negara-negara berkembang masih tetap akan menarik usaha-usaha yang sifatnya neo-kolonial. Misalnya di Asia Tenggara, bagian dari badan perburuhan internasional yang baru menganjurkan agar industri semikonduktor Amerika dikembangkan. Perlu diketahui bahwa industri tersebut dan industri tekstil serta pakaian jadi dikenal sebagai bidang yang melancarkan “super eksploitasi” terhadap para wanita muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here