Mengenali kebutuhan kejiwaan dasar
Mengenali kebutuhan kejiwaan dasar

Tergantung dari pola hidup yang dimiliki oleh penghuni, maka apa ydng disebut kebutuhan kejiwaan dasar ini amat relatif sekali. Namun paling tidak kesemuanya berkisar pada terjamin privacy dari penLiluninya, terjamin berlangsungnya hubungan yang serasi antara anggota keluarga yang tinggal bersama, menyediakan sarana yang memungkinkan pelaksanaan pe-kerjaan rumah tangga tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan, tersedia pelbagai hal yang dapat menjamin dan membina kepuasan estetis, serta sesuai dengan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Dari segi ini, maka rumah yang sehat adalah rumah yang di dalamnya tersedia air bersih yang cukup, ada tempat pembuangan sampah dan tinja yang baik, terhindar dari penularan penyakit pernapasan, terlindung dari kemungkinan pengotoran terhadap makanan, tidak menjadi tempat bersarang binatang melata ataupun penyebab penyakit lainnya.

Termasuk dalam persyaratan ini misalnya, bangunan yang kokoh, tangga yang tidak terlalu curam dan licin, terhindar dari bahaya kebakaran, alat-alat listrik yang terlindung, tidak menyebabkan keracunan gas bagi penghuni, terlindung dari kecelakaan lalu lintas, dan Iain sebagainya.

Dari keempat syarat yang dikemukakan ini, segeralah mudah dipahami bahwa rumah yang sehat bukanlah berarti rumah yang mahal atau lux. Sebab rumah yang dibangun dari bahan yang sederhana pun jika kesemua syarat di atas dapat terpenuhi, dapat dikatakan suatu rumah yang sehat.

Rumah-rumah yang tidak memenuhi syarat-syarat di atas disebut rumah di bawah standard dan jika di suatu daerah banyak sekali ditemukan rumah yang di bawah standard, maka daerah ini disebut “slum”.

Sekalipun syarat-syarat di atas adalah syarat yang wajib dipenuhi untuk suatu rumah yang sehat, namun dalam kehidupan sehari-hari, tidaklah mudah mengukur atau menetapkan apakah suatu rurr.ah adalah rumah yang sehat atau tidak. Karena beberapa dari syarat di atas sifatnya amat relatif, terutama syarat kejiwaan. Oleh karena itu American Public Health Association telah menyusun suatu pedoman lain yang dapat dipakai untuk menetapkan sehh.t atau tidaknya suatu rumah. Disesuaikan dengan situasi serta kondisi masyarakat Indonesia, maka pedoman tersebut antara lain:

1. Sistem pengadaan air di rumah tersebut baik atau tidak.

 Jika air yang tersedia tidak memenuhi syarat kesehatan, maka rumah tersebut dinilai tidak sehat.

2,            Fasilitas untuk mandi. Jika fasilitas ini baik, maka rumah tersebut dinilai baik.

3,            Sistem pembuangan air bekas. Jika sistem pembuangannya tidak memenuhi syarat kesehatan, maka rumah tersebut termasuk katagori rumah yang tidak sehat.

4,            Fasilitas pembuangan tinja. Jika di rumah tidak tersedia kakus, atau kakus tersebut tidak sehat, maka rumah dinilai tidak sehat.

5,            Jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu ruangan (kainar). Ukuran yang dianggap sehat ialah jika sekurang-kurangnya tersedia 1,2 meter persegi ruangan untuk satu orang.

6.            Jendela atau jalan masuk cahaya serta udara (ventilasi). Rumah yang tidak mempunyai jendela serta penerangan yang cukup adalah rumah yang tidak sehat.

7.            Kekuatan bangunan. Jika rumah telah tua dan lapuk, sehingga ada kemungkinan sewaktu-waktu rubuh, maka rumah dinilai tidak sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here