Cara pembuangan sampah yang lazim dipergunakan di dunia
Cara pembuangan sampah yang lazim dipergunakan di dunia

Beberapa cara pembuangan sampah yang lazim dipergunakan di dunia pada dewasa ini antara lain:

1. Hog feeding:

Penggunaan sampah jenis garbage untuk makanan babi telah lama dikenal. Pada zaman dahulu, beberapa kota sengaja meng-organisir penggunaan garbage sebagai makanan babi, tetapi pada saat ini jumlahnya telah tidak banyak lagi. Diperkirakan sekitar 25% dari jumlah garbage yang diprodusir setiap hari, dipergunakan oleh perseorangan untuk makanan babi. Ditinjau dari segi ekonomi pemusnahan sampah yang seperti ini tentu saja menguntungkan. Hanya saja jika ditinjau dari segi kesehatan, penggunaan garbage untuk makanan babi memang mendatangkan masalah, terutama jika garbage tersebut tidak direbus lebih dahulu. Karena telah dapat dibuktikan seseorang yang memakan daging babi yang diberi makan garbage yang tidak direbus akan lebih mudah menderita penyakit cacing pita (taeniasis) serta cacing hati (trichinosis), daripada memakan daging babi yang diberi makan garbage yang telah direbus sebelumnya. Tentu saja sampah yang diperuntukkan makanan babi ini perlu dipisahkan dahulu dari pelbagai macam sampah lainnya seperti kaleng, kayu dan lain sebagainya.

2. Inceneration:

Artinya pembakaran sampah secara besar-besaran melalui fasilitas (pPbrik) yang khusus dibangun untuk itu. Cara pem-buangan sampah jenis ini memang menguntungkan karena dapat memperkecil volume sampah sampai sepertiganya. Kecuali itu keuntungan lainnya ialah:

(a)          tidak membutuhkan tanah dalam bentuk luas;

(b)          tidak dipengaruhi cuaca;

(c)           panas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber uang;

(d)          pengelolaannya dapat dilakukan secara terpusat dengan jam kerja yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Tetapi cara ini juga memiliki kerugian-kerugiannya, misalnya membutuhkan pembiayaan besar terutama pada tahap pertama dan pada pengoperasiannya sehari-hari. Serta sangat sulit mencari tempat untuk membangun lokasinya, mengingat sifatnya yang terpusat. Kesibukan yang ditimbulkannya (suara kendaraan pengangkut, kerusakan daerah karena lalu lintas, dan lain sebagainya) sering dipakai sebagai alasan penolakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lokasi pembangunan fasilitas.

Peralatan dari incenerator secara umum dapat dibedakan atas beberapa macarn, yakni:

(a)          Charging apparatus, ialah tempat penampungan sampah yang diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah. Di sini sampah ditumpuk dan diaduk sehingga lebih memudahkan pemusnahannya.

(b)          The fumace, ialah tungku pembakar yang dilengkapidengan jeriji besi. Guna jeriji besi, kecuali untuk mengatur jumlah sampah yang masuk juga untuk memisahkan abu dari sampah yang belu m terbakar; dengan demikian tungku tidak terialu penuh.

(c)           The Combustion, lalah tungku pembakar tingkat kedua yang mempuinyai nyata api yang lebih panas, gunanya ialah untuk membakar benda-benda yang tidak terbakar pada furnace.

(d)          The Chimney atau Stack, ialah cerobong asap yang berfungsi untuk mengalirkan asap ke luar, di samping untuk mengalirkan udara ke dalam yang penting untuk terjadinya pembakaran.

(e)          Miscellaneous features, ialah tempat penampungan sementara dari debu yang terbentuk, untuk kemudian diambil dan dibuang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here