Mengukur Kebisingan Lingkungan
Mengukur Kebisingan Lingkungan

Berbeda dengan ukuran lainnya, maka pada ukuran intensitas bunyi yang mempergunakan satuan desibel mempunyai kekhasan tersendiri. Karena yang dimaksud dengan 1 desibel adalah hasil perkalian nilai 10 dengan logaritma intensitas suatu bunyi yang sebenarnya, setelah sebelumnya dibagi dengan harga ambang intensitas bunyi. Adapun rumus yang dipakai untuk ini ialah:

Taraf intensitas suatu bunyi 10 desibel berarti intensitas bunyi tersebut sebenarnya adalah 10 dyne/cm2 (perhitungannya: 10 = 10 Log X   Log X = 1   x = 10). Selanjutnya dengan cara yang sama diketahui jika taraf intensitas bunyi tersebut 20 desibel, ini berarti intensitas bunyi yang se-benarnya adalah 100 dyne/cm2 dan seterusnya.

Dalam kehidupan sehari-hari ternyata bahwa dua bunyi y’ang sama nilai intensitasnya (misalnya sama-sama mempunyai kekuatan 10 desihel), ternyata tidak terdengar sama nyaringnya. Hal ini terjadi karena kedua bunyi tersebut tidak sama nilai frekwensinya (tidak sama jumlah getarannya per detik). Demikianlah untuk membandingkan kenyaringan bunyi, nilai frekwensi ini memegang peranan penting. Hanya jika dua buah bunyi sama nilai frekwensinya, barulah dapat dikatakan bahwa suatu bunyi yang mempunyai intensitas besar terdengar lebih nyaring dari pada bunyi yang mempunyai intensitas kecil. Mudahlah dipahami suatu bunyi yang mempunyai nilai frekwensi serta nilai intensitas yang lebih besar tentunya akan mempunyai kenyaringan yang lebih tinggi.

Selanjutnya, telah diketahui tidak semua bunyi dapat dide-ngar oleh telinga manusia. Bunyi yang dapat, didengar ialah jika mempunyai nilai frekwensi antara 16 20.000 Hz. Intensitas terendah dapat didengar atau tidaknya suatu hunyi diberi nilai nol desibel. Nilai 0 desibel disebut nilai ambang intensitas bunyi, yakni intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran. Jika intensitas bunyi telah melampaui 50 desibel, ini berarti telah timbul bising yang mengganggu. Rumah yang baik sistem bunyinya, tidak boleh melampaui nilai 50 desibel.

Beberapa contoh dari nilai intensitas bunyi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari terlihat sebagai berikut:

Tergantung dari besarnya intensitas bunyi-ini, maka dapat dilakukan penilaian terhadap keadaan suatu tempat. Jika bunyi antara 0 sampai dengan 20 desibel, disebut keadaan sangat tenang, jika antara 20 sampai dengan 40 desibel disebut tenang, antara 40 sampai dengan 60 desibel disebut sedang, antara 60 sampai dengan 80 desibel disebut kuat, antara 80 sampai dengan 100 desibel disebut sangat hiruk, serta jika di atas 100 desibel menulikan.

Untuk menciptakan suatu rumah atau tempat tinggal yang baik sistem bunyinya, artinya intensitas bunyi tidak melebihi 50 desibel, dapat dilakukan beberapa hal yakni:

1.            Ditujukan pada sumber bunyi, misalnya dengan memasang peredam bunyi pada sumber bunyi.

2.            Menghalangi antaran (transmisi) bunyi. Misal membuat mah atau bangunan dari bahan-bahan yang dapat menahan bunyi. Suatu rumah dari batu bata yang mempunyai ketebalan 20 cm serta pintu dan jendela tertutup rapat, dapat mengurangi bunyi yang diantarkan udara sampai 50 desibel. Sedangkan bunyi yang diantarkan benda padat, seperti misalnya bunyi sepatu pada lantai yang kekuatannya sekitar 15 desibel, dapat dihilangkan jika kontruksi rumah dibangun dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gema misalnya.

3.            Menutup pendengaran, misalnya dengan sumbat telinga. Cara yang seperti ini tentu saja tidak bermanfaat untuk daerah tempat tinggal.

4.            Dengan memilih lokasi rumah atau tempat tinggal tersebut pada daerah yang tidak terlalu ramai, seperti misalnya tidak terlalu dekat dengan jalan raya yang ramai, tidak di dekat pabrik, lapangan terbang dan lain sebagainya.

Adapun hubungan antara bunyi yang tidak diinginkan de-ngan kemungkinan timbulnya gangguan terhadap kesehatan sa-ngat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:

(a)          intensitas dari bunyi,

(b)          frekwensi dari bunyi,

(c)           lamanya seseorang berada di tempat atau di dekat bunyi tersebut, baik dari hari ke hari ataupun untuk seumur hidupnya.

Dari banyak penelitian telah diketahui, jika seseorang mendengar bunyi dengan frekwensi di atas 2000 gelombang per detik, dapat terjadi kerusakan pada alat pendengarannya. Seseorang yang bekerja di suatu tempat dengan bunyi sekitar 85 desibel dan frekwensi antara 600 sampai dengan 4800 gelombang per detik seharian penuh, akan mengalami berkurangnya pendengaran pada akhir bekerja yang mula-mula bersifat sementara, tetapi jika berlangsung sampai 5 — 10 tahun, maka kelainan dapat bersifat menetap.

Telah sejak lama diketahui bahwa beberapa macam arthropoda (binatang dengan tubuh bersegmen, mempunyai rangka luar serta anggota gerak yang berbuku-buku) serta rodentia (binatang menyusui yang mengerat) dapat mendatangkan gangguan kesehatan bagi manusia. Karena itulah, telah sejak lama pula diusahakan pelbagai cara untuk membunuh atau paling tidak untuk menjauhkan arthropoda dan rodentia dari lingkungan hidup manusia, sehingga gangguan kesehatan yang ditimbulkannya dapat dihindarkan.

Pada saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekno-logi, telah diketahui banyak cara untuk mengawasi arthropoda dan rodentia. Pelbagai cara ini perlu pula diketahui oleh petugas kesehatan, yang penting artinya dalam rangka menciptakan kehidupan sehat yang sempurna bagi segenap umat manusia.

Beberapa jenis arthropoda perlu diawasi karena binatang ini dapat terkena infeksi. Jika kebetulan binatang tersebut menggigit manusia, maka bibit penyakit yang dikandungnya akan masuk ke tubuh manusia, sehingga timbullah penyakit. Sedangkan pengawasan terhadap rodentia perlu diadakan kecuali karena mungkin kena penyakit akibat gigitan binatang tersebut yang kebetulan terinfeksi, juga karena pada tubuh rodentia dapat hidup beberapa jenis arthropoda, yang jika sempat menggigit manusia, dapat pula menimbulkan penyakit. Pengawasan terhadap arthropoda makin bertambah penting, jika diketahui pula bahwa beberapa jenis dari binatang ini senang hidup di tempat yang kotor. Jika arthropoda tersebut telah hinggap pada kotoran manusia kemudian hinggap pula pada makanan, maka kuman penyakit musnah semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here