Pengumpulan Sampah yang Tepat
Pengumpulan Sampah yang Tepat

Sama halnya dengan penyimpanan sampah, maka dalam pengumpulan sampah ini, sebaiknya juga dilakukan pemisahan. Untuk ini dikenal dua macam yakni:

(a)          Sistim duet, artinya disediakan dua tempat sampah yang satu untuk sampah basah dan lainnya untuk sarnpah kering.

(b)          Sistim trio,           disediakan tiga bak sampah, yang pertama

untuk sampah basah, kedua untuk sampah kering yang mudah dibakar serta yang ketiga untuk sampah kering yang tidak mudah terbakar (kaca, kaleng dan. sebagainya).

3. Pembuangan sampah:

Ditinjau dari perjalanan sampah, rnaka pembuangan atau pemusnahan ini adalah tahap terakhir yang harus dilakukan terhadap sampah.

Pembuangan sampah biasanya dilakukan di daerah yang tertentu sedemikian rupa sehingga tidak menganggu kesehatan manusia. Lazimnya syarat yang harus dipenuhi dalam membangun tempat pembuangan sampah ialah:

(a)          Tempat tersebut dibangun tidak dekat dengan sumber air minum atau sumber air lainnya yang dipergunakan oleh manusia (mencuci, mandi dan sebagainya).

(b)          Tidak pada tempat yang sering terkena banjir.

(c)           Di tempat-tempat yang jauh dari tempat tinggal manusia.

Adapun jarak yang sering dipakai sebagai pedoman ialah sekitar 2 km dari perumahan penduduk, sekitar 15 km dari laut serta sekitar 200 m dari sumber air.

Sebelum sampai ke tempat pembuangan dan atau pemusnah-an ini, sampah perlu diangkut dahulu dari tempat-tempat pe-ngumpulan sampah. Armada pengangkut sartipah yang cukup jumlahnya amat diharapkan. Alat pengangkut tersebut sebaiknya kendaraan yang mempunyai tutup untuk mencegah berseraknya sampah serta melindungi dari bau. Karena pekerjaan yang seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, lazimnya ditangani oleh Pemerintah, yang dalam pelaksanaannya perlu mengikutsertakan masyarakat.

SISTIM PEMBUANGAN SAMPAH:

Kalau diperhatikan pelbagai sistim pernbuangan sampah, ternyata beberapa di antaranya telah dikenal sejak dahulu kala. Sistim dumping pembakaran, serta penggunaan sampah (garbage) untuk makanan babi misalnya, telah dikenal sejak awal peradaban manusia. Dipergunakannya sampah sebagai pupuk, telah dikenal hampir 40 abad yang silam, yakni dipergunakannya zat-zat organik dalam pit Koulourse di Cnossus. Sedangkan pengecilan ataupun pernadatan sampah telah dipraktekkan manusia sejak tahun 1880-an. Setelah abad ke-19 manusia telah menciptakan tempat pernbakaran sampah khusus, sedangkan pada perrnulaan abad ke-20 telah dikenal cara pemusnahan sampah dengan jalan menghancurkannya.

Kesemua cara-cara ini yang masih dipergunakan sampai kini, maksudnya tidak lain ialah untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat sedemikian rupa sehingga dapat ditingkatkan derajat kesehatan manusia. Pada masa-maaa mendatang, cara-cara pern-buangan dan sekaligus pemusnahan sampah ini, makin bertambah saja ragamnya, yang sejalan dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan serta teknologi itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here