PENGOLAHAN KOTORAN MANUSIA
PENGOLAHAN KOTORAN MANUSIA

Karena dalam praktek sehari-hari pembuangan kotoran ma-nusia bercampur dengan air, maka pengolahan kotoran manusia tersebut pada dasarnya sama dengan pengolahan air Iimbah. Oleh karena itu pelbagai teknik pengelolaan air limbah dapat diterapkan dalam pengelolaan kotoran manusia; demikian pula syarat-syarat yang dibuttihkan pada dasarnya sama pula dengan syarat pembuangan air limbah.

Yang agak berbeda ialah karena pada pembuangan kotoran manusia dikenal bangunan kakus yakni tempat yang dipakai oleh manusia untuk melepaskan hajatnya. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam mendirikan bangunan kakus ini ialah:

1.            rHarus tertutup, dalam arti bangunan tersebut terlindung dari pandangan orang lain, terlindung dari panas atau hujan, serta terjamin privacy-nya. Dalam kehidupan sehari-hari, syarat ini dipenuhi dalam bentuk mengadakan ruangan sendiri untuk kakus di rumah ataupun mendirikan rumah kakus di pekarangan.

2.            Bangunan kakus ditempatkan pada lokasi yang tidak sampai menganggu pandangan, tidak menimbulkan bau, serta tidak menjadi tempat hidupnya pelbagai macam binatang.

3.            Bangunan kakus mempunyai lantai yang kuat, mempunyai tempat berpijak yang kuat, yang terutama harus dipenuhi jika mendirikan kakus model cemplung.

4.            Mempunyai lubang closet yang kemudian melalui saluran tertentu dialirkan pada sumur penampung dan atau sumur rembesan, yang terutama disyaratkan jika mendirikan kakus model pemisahan bangunan kakus dengan tempat penarnpungan dan atau rembesan.

5.            Menyediakan alat pembersih (air ataupun kertas) yang cukup, sedemikian rupa sehingga dapat segera dipakai setelah melakukan buang kotoran.

Tergantung dari bangunan kakus yang didirikan, tempat penampungan kotoran yang dipakai serta cara pemusnahan kotoran serta penyaluran air kotor, maka kakus dapat dibedakan atas beberapa macam, yakni:

1. Kakus cubluk (pit privy), ialah kakus yang tem pat nampungan tinjanya dibangun dekat di bawah tempat injak-an, dan atau di bawah bangunan kakus. Kakus model ini ada yang mengandting air berupa sumur-sumur yang banyak ditemui di pedesaan di Indonesia, ataupun yang tidak mengandung air seperti kaleng, tong, lubang tanah yang tidak berair (the earth pit privy) ataupun lubang bor yang tidak berair (the bored-hole latrine).

2. Kakus empang (overhung latrine), ialah kakus yang diba.ngun di atas empang, sungai ataupun rawa. Kakus model ini ada yang kotorannya tersebar begitu saja, yang biasanya dipakai untuk makanan ikan, atau ada yang dikumpulkan memakai saluran khusus yang kemudian diberi pembatas, berupa bambu, kayu dan lain sebagainya yang ditanamkan melingkar di tengah empang, sungai ataupun rawa.

3. Kakus kimia (chemical toilet). Kakus model ini biasanya dibangun pada tempat-tempat rekreasi, pada alat transportasi dan lain sebagainya. Di sini tinja didisinfeksi dengan zat-zat kimia seperti caustic soda, dan sebagai pembersihnya dipakai kertas (toilet paper). Ada dua macam kakus kimia yakni:

(a)          type lemari (commode type) dan

(b)          type tanki (tank type).

Mudahlah diduga bahwa kakus kimia ini sifatnya sementara, karena kotoran yang telah terkumpul perlu dibuang lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here