Memantau Kualitas Kesehatan Kota Kecil di Bangkok
Memantau Kualitas Kesehatan Kota Kecil di Bangkok

Phasicharoen di Bangkok. Tempat tinggal Amporn di Bangkok adalah di Phasicharoen, suatu pemukiman tua yang berkembang di sekeliling daerah kegiatan perdagangan para penduduk Cina yang paling awal, yaitu mereka yang mula-mula menanam buah pinang dan membuat kawasan candi serta istana-istana di zaman Raja Rama VI. Sebagaimana masyarakat pemukiman lain di sepanjang muara Sungai Chaophraya, pada mulanya Phasicharoen terutama dapat dicapai melalui kanal dan aliran sungai kecil. Sekarang, tempat ini mudah juga dicapai dengan kendaraan umum. Pemukiman ini letaknya berdekatan dengan banyak fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Bangphai, Rumah Sakit Yawarak, Pusat Kesehatan Bangkok Metropolitan No. 33, Rumah Sakit Siriraj dan masih banyak lagi klinik swasta serta apotik.

Daerah pemukiman ini memiliki suatu pusat perbelanjaan yang melayani para penduduk setempat dan juga mereka dari area yangbersebelahan. Dua buah pasar yang besar memegang peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dari masyarakat dengan cara menyediakan bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Walaupun tidak seramai dan seaktif seperti pada dasawarsa-dasawarsa sebelumnya, perdagangan dan bisnis di tempat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat secara memadai. Aktivitas dagang di sini berlangsung baik di darat maupun di sungai-sungai. Buahbuahan, sayur-mayur, bakmi, kopi dan minuman segar dijual oleh para penjaja berperahu sungai. Sementara restoran-restoran, toko bahan pangan, toko alat tulis-menulis dan toko artikel, penata rambut, para penjahit pakaian dan penjual makanan secara keliling, semuanya memberikan pelayanan sekaligus kesempatan kerja bagi penduduk setempat.

Susu bubuk merek Bear Brand merupakan satu-satunya jenis susu bubuk untuk bayi yang dijual di toko bahan makanan di tempat ini. Produk-produksusu lainnya meliputi susu kental manis dalam kaleng dari berbagai merek, dan susu yang diolah sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi kepala susunya, serta susu yang sebagian airnya telah divapkan. Mereka yang mau membeli susu bayi merek lain, harus pergi ke sejenis apotik yang letaknya di sebelah Pasar Chaorensri. Di sana susu bayi Nan, S-26, Lactogen, Bear Brand dan Meiji dapat diperoleh. Merek-merek lain masih tersedia juga di toko serba ada lebih besar yang letaknya tak terlalu jauh dari pemukiman tersebut.

Meskipun sebagai keseluruhan dapat dikatakan perkampungan Phasi-charoen dihuni oleh kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, namun masili ada keluarga-keluarga yang lebih berada tinggal dalam pemukiman ini, dan juga mereka yang merupakan keturunan keluarga bangsawan yang masih ada hubungan darah dengan ratu dari sang Raja Rama VI. Keluarga miskin seperti para kerabat Amporn tinggal di rumah sewa tingkat dua dan berderet dalam keadaan buruk. Keluarga-keluarga ini hidup berdesakan dan tentu menimbulkan masalah lingkungan dan sanitasi di sana. Dan karena jarang sekali rumah petak seperti ini mempunyai fas ilitas air ledeng, maka orang menyimpan air dalam gentong-gentong besar. Fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) sangat minim. Orang-orang miskin itu pada umumnya lebih banyak menggunakan air kali untuk mandi, mencuci pakaian serta, membersihkan perabotan.

Banyak di antara penduduk daerah ini adalah pegawai pemerintah, ada juga anggota angkatan bersenjata. Para buruh, pemilik toko, pedagang keliling dan sopir tinggal bertetangga. Kebanyakan kaum wanita bekerja di dekat rumahnya. Perindustrian rakyat juga sangat digemari, karena dengan demikian kaum wanita dapat memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan anak-anaknya. Hasil pekerjaan seperti ini meliputi menjahit, membuat payung, menyamak kulit dan membuka warung. Penghasilan rata-rata dari mereka yang tinggal di pemukiman ini sekitar 4.000 baht atau US $ 200 sebulan. Sementara penghasilan rata-rata keluarga di kota Bangkok pada tahun 1982 tercatat 4.231 baht per bulan (Xoomsai 1987: 11).

Bangkok merupakan sebuah kota raksasa berpenduduk lebih dari lima juta jiwa, tersebar di seluruh wilayah seluas 1.537 kilometer persegi, terletak pada kedua sisi Sungai Chao Phya. Ia merupakan sebuah kota tingkat tinggi yang empat puluh kali lebih besar daripada kota kedua terbesar di Thailand. Sementara itu Bangkok pun menghadapi masalah yang sama sebagaimana dihadapi oleh kota-kota besar lainnya di Asia yaitu: polusi, kepadatan berlebihan, kemacetan lalu lintas, besarnya kriminalitas, prostitusi dan pengangguran. Dan sebagai akibat dari laju perkembangan penduduk yang demikian cepat di ibukota, dan meningkatnya harga pangan dan minyak bumi pada tahun tujuh puluhan, maka ongkos hidup, baik untuk golongan elit maupun golongan miskin, membubung secara dramatis. Di awal tahun tujuh puluhan, kawasan inti di pusat kota Bangkok yang meliputi area sebesar 21 kilometer persegi, mencatat kepadatan penduduk sebanyak 39.000 jiwa per kilometer persegi. Pemusatan penduduk dan kegiatan di jantung kota seperti ini tampaknya tak berkurang selama dasawarsa terakhir. Namun demikian, pada saat yang sama penduduk pun menyebar ke daerah pinggiran kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here