Menguraikan Kotoran yang Dihasilkan Manusia
Menguraikan Kotoran yang Dihasilkan Manusia

Yang dimaksudkan dengan kotoran manusia ialah segala benda atau zat yang dihasilkan oleh tubuh dan dipandang tidak berguna lagi sehingga perlu dikeluarkan untuk dibuang. Ditinjau dari pengertian ini, jelaslah bahwa yang disebut kotoran manusia sebenarnya mencakup bidang yang amat luas. Karena terbentuk-nya CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan (respirasi), lendir, ataupun getah-getah tubuh yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar eksokrin, serta darah haid dan lain sebagainya, termasuk di dalamnya.

Hanya saja, dalam ilmu kesehatan lingkungan, yang lebih dipentingkan ialah soal tinja dan air seni, karena kedua jenis kotoran manusia ini memiliki karakteristik tersendiri, yang dapat menjadi sumber penyebab timbulnya pelbagai macam penyakit.

KARAKTERISTIK:

Kedua jenis kotoran manusia ini disertai oleh air, maka pembicaraan tentang pem-buangan tinja dan air seni, sering pula digabungkan dalam pembicaraan tentang air limbah. Dalam larutan itu zat padat yang dikandungnya menjadi amat kecil sekali, namun demikian tetap mengandung kuman-kuman yang berbahaya untuk kesehatan manusia.

PROSES PENGURAIAN DAN STABILISASI:

Karena mengandung zat-zat organik, kotoran manusia mengalami proses penguraian yang terjadi sebagai akibat bekerjanya bakteri-bakteri alam, baik yang bersifat aerob, anaerob ataupun fakultatif. Proses penguraian yang menghasilkan stabilisasi ini hanya mungkin terjadi jika beberapa syarat yang dibutuhkannya terpenuhi. Syarat-syarat tersebut ialah suhu yang sesuai, kelembaban yang sesuai, tersedianya zat organik itu sendiri serta tidak ditemuinya zat-zat antiseptik ataupun disinfektan yang mungkin membunuh bakteri-bakteri yang bekerja. Proses penguraian akan terhenti, jika salah satu dari syarat di atas tidak terpenuhi, yang untuk tinja serta air seni umumnya terjadi jika zat-zat organik telah selesai diuraikan seluruhnya. Dalam keadaan seperti ini kotoran manusia tersebut telah berada dalam keadaan yang stabil.

1.            Proses anaerobic:

Proses ini terjadi jika pada ternpat tersebut terdapat bakteri-bakteri yang bersifat anaerobic atau fakultatif anaerobic, sesuai dengan prosesnya maka ia terjadi pada keadaan yang bebas oksigen.

Pada proses ini zat-zat karbon, asam-asam organis, methane, pelbagai jenis protein serta zat-zat lainnya yang mengandung nitrogen akan terurai dan terbentuklah amoniak, asam-asam amino, amides, indole, skatol. Sedangkan zat-zat yang mengandung sulfur akan terurai menjadi hidrogen sulfida dan mercaptant. Indole, Skatol, Hidrogen sulfida serta Mercaptant adalah zat-zat yang mengandung bau yang tidak enak, yang menjadi pertanda khas dari kotoran manusia.

Proses ini umumnya berlangsung lambat; dapat sampai berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan. Sebagai hasil dari proses ini terbentuklah semacam zat yang berwarna gelap dan relatif tidak berbau, dan ini disebut humus.

2.            Proses aerobic:

Proses ini terjadi sebagai hasil kerja dari bakteri yang bersifat aerob dan atau fakultatif aerob. Proses hanya terjadi jika tersedia oksigen yang cukup yang umurnnya diperoleh dari air yang melarutkan kotoran manusia tersebut. Pada proses ini hasil uraian dari anaerob mengalami oksidasi dan terbentuklah nitrat dan sulfat yang amat bermanfaat untuk kehidupan tumbuhtumbuhan. Proses ini umumnya berjalan amat cepat, yakni hanya beberapa jam saja, namun jika udara yang dibutuhkan tidak lagi tersedia dengan cukup, proses aerob akan terhenti, dan sebagai kelanjutannya terjadilah lagi proses anaerob yang akan menirnbulkan bau kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here