Struktur Kakus yang Sehat bagi Rumah
Struktur Kakus yang Sehat bagi Rumah

Kakus dengan “angsa trine”, ialah kakus di mana leher lubang closet berbentuk lengkungan; dengan demikian akan selalu terisi air yang penting untuk mencegah bau serta masuknya binatang-binatang kecil. Kakus model ini biasanya dilengkapi dengan lubang atau sumur penampung dan lubang atau sumur rembesan yang disebut septic tank.

Jika diperhatikan keempat macam kakus sebagaimana disebutkan di atas, maka segeralah dipahami bahwa ada kotoran yang perlu dipikirkan pengolahan selanjutnya, sebaliknya ada yang tidak perlu dikelola lagi, artinya kakus jenis ini menyerahkan sepenuhnya kepada alam vntuk penanganan kotoran selanjutnya.

Kakus kimia, jelas membutuhkan pengolaharr lebih lanjut, yakni ketika membuang kotoran tersebut. Demikian pula kakus empang, terutama jika ingin memanfaatkan kembali airnya. Oara- cara pengolahan selEtnjutnya ini sama dengan pengolahan air limbah, karena pada dasamya kotoran manusia tersebut laint bersama-sama air yang dipergunakan.

Pada kakus model “angsa trine” pengolahan selanjutnya dilakukan dalam bentuk mengadakan septic tank sebagaimana telah diuraikan pada pengelolaan air limbah dan di sini terjadi proses anaerobic serta aerobic.

Sedangkan pada kakus empang, pengolahan alam lainnya yang sering dipercayakan ialah menjadi makanan ikan. Kecuali itu tidak jarang pula dipakai pengolahan kotoran manusia untuk pupuk (composting) yang banyak dilakukan pada daerah pertanian, yakni yang dilakukan pada kakus model cupluk dengan mempergunakan kaleng atau tong (can and pail privacy) sebagai tempat penampungannya.

Sekalipun dalam pengertian yang amat sederhana dan dalam waktu yang terbatas, ternyata setiap manusia di mana pun di dunia ini membutuhkan tempat untuk tinggal. Adapun corak serta bentuk tempat tinggal atau rumah tersebut, tidaklah sama antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Dan bahkan dalam satu bangsa pun terdapat variasi dari corak serta bentuk rumah. Namun demikian, betapapun bervariasinya rumah-rumah tersebut, kesemuanya harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, sehingga para penghuninya tidak sampai menderita satu penyakit.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEADAAN PER UMAHAN:

Adanya perbedaan corak, bentuk atau keadaan perumahan antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya, umumnya di-pengaruhi oleh pelbagai faktor, yakni:

1. Faktor lingkungan di mana masyarakat itu berada, baik lingkungan fisik, biologis, ataupun sosial.

Suatu daerah dengan lingkungan fisik berupa pegunungan, tentu saja perumahannya berbeda dengan perumahan di daerah pantai; demikian pula perumahan di daerah berikhrn panas, berbeda dengan perumahan di daerah beriklim dingin. Selanjutnya masyarakat yang bertempat thiggal di daerah lingkungan biologis yang banyak hewan buasnya tentu saja mempunyai bentuk rumah yang lebih terlindung, dibanding dengan perumahan yang terletak di lingkungan biologis yang ticiak ada binatang buasnya.

Demikian pula lingkungan sosial, seperti adat-istiadat, ke-percayaan dan lain sebagairiya, banyak memberikan pengaruh pada bentuk rumah yang didirikan. Masyarakat yang memiliki keluarga extended, mempunyai bangunan rumah yang lebih besar dengan maksud agar sebanyak mungkin anggota keluarga dapat tinggal bersama. Sedangkan masyarakat yang percaya pada tahyul bahwa penyakit dapat datang melalui angin, akan mempunyai rumah yang secara relatif tidak cukup sistem ventilasi ataupun sistem cahaya.

2.            Tingkat perekonomian masyarakat, ditandai dengan pen-dapatan yang dipunyai, tersedianya bahan-bahan bangunan yang dapat dimanfaatkan dan atau dibeli dan lain sebagainya. Jelaslah bahwa suatu masyarakat yang lebih makmur, secara relatif akan mempunyai perumahan yang lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat yang miskin.

3.            Kemajuan teknologi yang dimiliki, terutama teknolo pem-bangunan. Untuk ini telah sama diketahui bahwa masyarakat yang telah maju teknologinya, mampu membangun perumahan yang lebih komplek dibandingkan dengan masyarakat yang masih sederhana.

4.            Kebijaksanaan pemerintah tentang perumahan yang me-nyangicut tata guna tanah, program perumahan yang dimiliki dan lain sebagainya.

Demikianlah, jika ingin embicarakan tentang perumahan, terutama dalam kaitannya untuk meningkatkan derajat ke-sehatan penduduk, maka pelbagai faktor ini haruslah diperhatikan, sehingga dapat disusun suatu usaha pemecahan yang sempurna, dalam arti dapat dilaksanakan oleh masyarakat secara perorangan ataupun besar-besaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here