Beberapa cara pengolahan air limbah
Beberapa cara pengolahan air limbah

Beberapa cara pengolahan air limbah yang sering dilakukan ialah:

1.            Dilution:

Yakni mencairkan air limbah hingga terjadi kekentalan yang amat rendah. Tentu saja di sini diperlukan jutnlah air yang cukup banyak yang biasanya dari air kali, air danau atau air laut. Umumnya dibutuhkan air 20 sampai 40 kali lebih banyak dari air limbah. Air limbah yang telah dicairkan ini kemudian dibuang ke alam. Cara ini banyak dilakukan di pabrik-pabrik.

2.            Preliminary treatment:

Yakni pengolahan air tahap pertama yang maksudnya ialah untuk memisahkan partikel-partikel padat dari air limbah, ke-mudian partikel padat ini diarnbil untuk dibuang, sedangkan air limbah dialirkan ke alam. Biasanya pengolahan tahap pertama ini diikuti oleh pengolahan berikutnya, seperti memberi disinfektan, dan lain sebagainya.

3.            Sedimentation of sewage: Yakni mengeadapkan air limbah sedemikian rupa sehingga terbentuk sedimen. Untuk terjadinya sedimen dapat dipergunakan septic tank, atau imhoff tank, atau dengan menambahkan zat kimia

4.            Filtration:

Yakni menyaring air limbah dengan mempergunakan saringan pasir ataupun saringan “trickling” dengan mempergunakan batu atau koral.

5.            Activated sludge:

Yakni mengalirkan udara ke dalam air limbah sehingga terjadi proses biologis oleh bakteri aerob.

6.            Stabilization pond:

Yakni menempatkan air limbah pada lubang galian yang luas atau danau. Di sini terjadi proses biologis yang aerobic yang akan memisahkan bahan-bahan organis sehingga air menjadi jernih.

7.            Disinfection:

Ialah pemberian zat sdisinfektan pada air limbah, biasanya sebagai tindakan pengolahan air limbah lanjutan atau tahap kedu a.

8.            Sludge disposal:

Yakni pengolahan air limbah dengan memakai prinsip biologis yang anaerobic.

9.            Irrigation:

Yakni mengalirkan air untuk keperluan pertanian- tetapi tentu saja tidak akan bermanfaat jika air limbah tersebut me-ngandung zat kimia yang berbahaya.

MASALAH KOTORAN MANUSIA PENDAHULUAN

Sebagai akibat dari proses yang berlangsung diam tubuh manusia, maka terjadi pemisahan dan pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dibutuhkan tersebut antara lain berbentuk tinja (faeces) dan air seni (urine). Ditinjau dari sudut kesehatan lingkungan, kedua jenis kotoran manusia ini merupakan masalah yang amat penting. Karena jika pembuangannya tidak baik, tentu dapat mencemari lingkungan. Air yang telah tercemar misalnya, jika sampai dipergunakan oleh manusia, jelas akan mendatangkan bahaya bagi kesehatannya, karena penyakit-penyakit yang tergolong “water borne diseases” akan mudah berjangkit.

Dengan perkembangan jumlah penduduk dan daerah perkotaan sebagaimana dialami Idni, masalah pembuangan tinja dan air seni agaknya bertambah komplek. Karena akibat keterbatasan daerah pemukiman yang tersedia, di daerah perkotaan terpaltisa dibangun gedung-gedung bertingkat. Demikian pula dengan kemajuan fasilitas komunikasi dan atau transportasi, di mana pesawat terbang, kereta api, bus, dan lain sebagainya, harus pula dilengkapi dengan fasilitas pembuangan kotoran manusia, yang membutuhkan kreteria ataupun syarat-syarat tersendiri yang lebih khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here