Tips Mengatur Cahaya dalam Rumah
Tips Mengatur Cahaya dalam Rumah

Jika suatu flux cahaya jatuh pada suatu benda atau obyek yang mempunyai permukaan datar, licin serta berwarna texang, maka cahaya tersebut akan dipantulkan dengan hampir sempurna. Sebaliknya jika flux cahaya tersebut jatuh pada suatu benda yang mempunyai permukaati kasar serta berwarna hitam, maka praktis cahaya tersebut diserap hampir sepenuhnya. Demikianlah, jika menginginkan suatu rumah atau ruangan yang terang maka haruslah diusahakan agar rumah atau ruangan tersebut dibuat dari material yang licin serta diberi warna yang terang pula, supaya terjadi pemantulan cahaya, yang akan menambah terangnya rumah atau ruangan tersebut. Sebaliknya jika menginginkan suatu ruangan yang agak gelap, setidak-tidaknya dapat diusahakan dengan mencat ruangan dengan warna hitam misalnya.

Karena perbedaan sirat benda atau obyek dalam menerima cabaya, yalmi ada yang sepenuhnya dipantulkan, ada yang dipantulkan sebagian, atau ada yang sama sekali tidak dipantulkan (diserap 100%), maka timbullah apa yang dinamakan kontras. Untuk kepentingan penglihatan, temyata kontras ini memegang peranan yang amat penting. Makin besar kontras, yakni perbedaan kuat penerangan dari benda atau obyek dengan lingkungannya, makin jelas benda atau obyek tersebut terlihat. Adapun untuk mengukur kontras dipakai rumus:

Selanjutnya, terlihat atau tidaknya suatu benda atau obyek, ditentukan pula oleh ukuran dari benda-benda atau obyek tersebut. Makin besar ukuran, maka makin jelas terlihat benda atau obyek. Untuk mengetahui berapa kuat cahaya yang dibutuhkan menerangi suatu benda atau obyek dengan ukuran tertentu, dapat dipakai rumus sebagai berikut:

Hal lain yang harus diperhatikan untuk menciptakan sistem cahaya dan atau sistem penerangan yang baik bagi suatu ruangan ialah apa yang disebut silau dan bayangan. Silau terjadi jika kontras terlalu besar, yang dapat terjadi secaralangsung yakni dari sumber cahaya ataupun tidak terjadi langsung yakri yang dipantulkan oleh suatu benda ataupun objek. Sedangkan blyangan terbentuk jika flux cahaya tA3rhaiang oleh suatu benda objek. Untuk menghilangkan rasa silau atau bayangan ini maka letak sumber cahaya perlu diatur. Untuk menghilangkan bayangan, harus diusahakan agar sebuah ruangan mendapatkan cahaya dari semua jurusan.

Kecuali berperanan pada sistem penerangan, temyata cahaya berperanan pula sebagai germicid (pembunuh kuman atau bakteri), di samping untuk penyembuhan beberapa macam penyakit. Sinar ultra violet misalnya, sering dipergunakan untuk mensuci hamakan suatu rungan dari bakteri udara. Demikian pula sinar X, yang banyak dipergunakan dalam ilmu kedokteran untuk mendiagnosa ataupun menyembuhkan beberapa penyakit.

Cahaya berperan sebagai germicid dan atau penyembuhan pe-nyakit karena cahaya merupakan gelombang-gelombang elektro-magnetik, dan karena itu mempunyai energi. Tergantung dari panjang gelombang yang dipunyainya, maka gelombang elektromagnetik tersebut dapat berada dalam pelbagai bentuk. Cahaya yang terlihat oleh mata ialah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 4000 sampai dengan 7000 Angstrom. Sekalipun yang sering dipergunakan untuk membunuh bakteri ataupun penyembuhan penyakit adalah cahaya dengan panjang gelombang di bawah 4000 A seperti sinar X serta sinar ultra violet, bukan berarti sinar yang tampak oleh mata seperti sinar matahari misalnya tidak mempunyai efek membunuh. Telah dapat dibuktikan bahwa banyak jenis parasit dapat dimatikan jika parasit tersebut mendapat sinar matahari secara langsung, seperti misalnya kuman TBC.

Selanjutnya telah pula diketahui bahwa efek mematikan dari cahaya terhadap suatu jasad renik, ditentukan pula oleh warna cahaya yang dipancarkan. Dari suatu hasil penelitian dengan me-lewatkan cahaya matahari pada pelbagai warna kaca terhadap kuman TBC ternyata bahwa jika cahaya tersebut bexwarna hijau maka kuman TBC dapat dimatikan dalam waktu 45 menit. Tetapi jika warna merah atau warna biru yang digunakan, waktu yang dipergunakan untuk mematikan kuman TBC lebih cepat, yakni antara 20 sarnpai dengan 30 menit pada cahaya merah dan antara 10 sampai dengan 20 menit pada cahaya biru. Sedangkan jika mempergunakan cabaya matahari langsung, kuman TBC dimatikan dalam waktu 5 sampai 10 menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here