Salah satu syarat rumah sehat ialah tersedianya cahaya yang cukup
Salah satu syarat rumah sehat ialah tersedianya cahaya yang cukup

Telah disebutkan bahwa salah satu syarat rumah sehat ialah tersedianya cahaya yang cukup. Karena suatu rumah atau ruangan yang tidak mempunyai cahaya kecuali dapat menimbulkan perasa-an kurang nyaman, juga dapat mendatangkan penyakit. Sebaliknya suatu ruangan yang terlalu banyak mendapatkan cahaya sehingga menimbulkan rasa silau, adalah ruangan yang juga tidak sehat.

Ada atau tidaknya cahaya atau penerangan dalam ruangan, ditentukan oleh beberapa faktor antara lain:

(a)          ada atau tidaknya sumber cahaya;

(b)          terhalang atau tidaknya pancaran cahaya dari sumber ke ruangan; serta.

(c)           sifat-sifat dari benda ataupun obyek yang terdapat di dalam ruangan.

Sumber cahaya yang terdapat di alam bermacam-macam tetapi pada dasarnya sumber cahaya tersebut adalah suatu yang berpijar seperti matahari, nyala api, percikan listrik dan lain sebagainya. Kekuatan antara satu sumber cahaya dengan sumber cahaya lainnya tidaklah sama. Untuk membedakannya dipakai ukuran lilin atau kandela, yakni kuat cahaya yang dihasilkan oleh satu lilin yang mempunyai ukuran dan besar tertentu dan telah mendapat pengakuan internasional (lilin standard). Karena pada saat ini sulit untuk membuat lilin standard tersebut, maka telah disepakati untuk mengukur kuat cahaya dipakai kuat cahaya yang dihasilkan oleh suatu benda berwarna hitam iika benda hitam tersebut dipanaskan setinggi titik lebur platina (1773°C). Disebutkan jika suatu benda hitam berukuran 1 meter persegi dipanaskan sarnpai 1773 eC, maka kuat cahaya yang dihasilkan sebesar 6 x 105 lilin (kandela). Demikian jika suatu sumber cahaya nem-punyai kuat cahaya 60 lilin, ini berarti sumber cahaya tersebut 60 kali lebih kuat dari lilin standard atau 10-4 kali lebih .kuat dari nyala api yang dihasilkan oleh benda berwarna hitam seluas 1 meter persegi yang dipanaskan setinggi titik lebur platina. Pada saat ini telah dipunyai suatu alat yang dapat diakai untuk mengukur cahaya, yang disebut fotorneter,

Setiap sumber cahaya menghasilkan fiux cahaya yang di-pancarkan ke segala penjuru. Flux eahaya ini juga dapat diukur. Satuannya disebut “lumen” yakni flux cahaya yang dihasilkan oleh suatu sum. ber cahaya dengan kekuatan 1 lilin. Mudahlah dipahami makin kuat suatu sumber cahaya, makin besar flux cahaya yang dihasilkan. Adapun hubungan antara flux cahaya dan kuat cahaya dinyatakan derigan rumus:

F = 4 ir 1 lu men

F = Flux cahaya yang dihasilkan.

1 = kuat cahaya suatu sumber cahaya yang dinyatakan dalam lumen.

Jika ditinjau dari sudut kesehatan lingkungan, ternyata yang penting bukanlah kuat cahaya atau flux cahaya tersebut, tetapi kuat penerangan, yakni banyalcnya cahaya yang dapat diterima oleh suatu benda atau obyek, sehingga benda atau obyek tersebut terlihat oleh mata. Ukuran yang dipakai untuk mengukur kuat penerangan ialah “lux”. Yang disebut satu lux ialah kuat penerangan suatu bidang seluas 1 meter persegi yang menerima lux cahaya dari suatu sumber cahaya yang berkekuatan 1 lilin. Karena kuat penerangan lebih memperhatikan benda atau obyek, yang tampak atau tidaknya dipengaruhi oleh flux cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya, maka jelaslah bahwa kuat penerangan tersebut dipengaruhi oleh jarak. Suatu benda atau obyek yang letaknya makin jauh dari suatu sumber cahaya akan mempunyai kuat penerangan yang makin kecil. Adapun hubungan antara kuat penerangan, kuat sumber cahaya dan jarak antara sumber cahaya dan benda atau obyek yang diterangi dinyatakan dengan rumus:

Demikianlah untuk membuat suatu rumah atau ruangan yang baik sistem cahaya atau penerangannya, maka yang diperhatikan ialah kuat penerangan dari benda-benda atau obyek yang terdapat di dalam ruangan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, temyata bahwa kuat penerangan tidak ditentukan hanya oleh kuat cahaya atau jarak saja; sifat-sifat cahaya serta cifat-sifat benda atau obyek yang diterangi juga mempengaruhi. Untuk sifat-sifat cahaya dapat disebutkan misalnya pemantulan, pembiasan, pembentukan bayangan, aberasi, serta dispersi, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk sifat-sifat benda atau obyek dapat disebutkan misalnya warnanya, keadaan permukaannya, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here