Bagaimana pengaruh sistem dunia ini terhadap penerapan praktek makanan bayi
Bagaimana pengaruh sistem dunia ini terhadap penerapan praktek makanan bayi

Bagaimana pengaruh sistem dunia ini terhadap penerapan praktek dalam hal makanan bayi di negara berkembang, dapat dilihat seeara jelas jika kita memusatkan perhatian pada tiga topik yang akan dijabarkan dalam bagian-bagian berikut: meningkatkan wewenang atau kekuasaan wanita, melibatkan ilmu kedokteran dalam pemberian makanan kepada bayi (medikalisasi), serta memperlakukan bahan pangan sebagai barang dagangan (komoditisasi).

Wanita dan Sistem Dunia

Sistem dunia memberi pengaruh kepada kaum wanita secara langsung dan tidak langsung. Di bawah pemerintahan kolonial Inggris, wanita Kenya sangat boleh jadi kehilangan lebih banyak hak dan kesempatan dibanding dengan wanita di lain-lain negara. Namun demikian, kaum wanita di Thai dewasa ini mungkin mengalami perubahan lebih cepat akibat tekanan aneka ragam pekerjaan di pabrik-pabrik serta sistem pariwisata interna-sional yang berorientasi pada seks.

Di Thailand dan Indonesia, kaum wanita tampaknya lebih disukai sebagai pekerja industri seperti bidang tekstil dan elektronik, konon kabarnya karena mereka pada umumnya dianggap lebih lembut dan penurut. Tetapi adanya pemogokan dan upaya untuk mempersatukan industri tekstil belum lama ini, ternyata menyangkal anggapan tersebut. Di bidang industri elektronik, 85 % dari para pekerjanya adalah perempuan (Mattelart 1983: 111).

Perpindahan industri semikonduktor Amerika ke Asia Tenggara telah terjadi karena naiknya biaya produksi, dan organisasi perburuhan telah menyebabkan makin sulitnya pemupukan modal. Tetapi di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, adanya jajaran tenaga kerja yang murah dan tidak tergabung dalam organisasi — kebanyakan dari mereka adalah wanita — telah memungkinkan pengumpulan keuntungan kembali. Di tahun tujuh puluhan, Indonesia dan Thailand telah mengambil alih kegiatan produksi bermutu rendah yang distandardisasi dalam jumlah besar (Henderson 1986: 101). Henderson telah mengemukakan bahwa pada tahun 1980 perusahaan-perusahaan asing dapat beroperasi paling murah di Asia Tenggara, dan Indonesia serta Thailand tercatat sebagai negara dengan upah buruh terendah (1986: 102).

Dalam usaha-usaha industri di keempat negara tersebut di atas, kaum wanita terikat pada kontrak kerja yang bersifat sementara, untuk jangka waktu tiga sampai enam bulan atau sebagai pekerja harian, sehingga mereka tidak dapat menuntut syarat-syarat yang menguntungkan mereka, terutama cuti bersalin yang hanya diberikan kepada tenaga kerja tetap. Karena wanita yang bekerja berdasar kontrak sementara itu akan kehila ngan pekerjaan pada waktu mereka hamil, maka tak ada pula permintaan untuk cuti melahirkan atau waktu istirahat untuk menyusui bayi dalam industri seperti ini. Dan untuk mengubah keadaan seperti ini sulit, karena “perusahaan-perusahaan multinasional itu dapat bekerja di komunitas seperti ini terutama karena adanya tenaga kerja wanita yang murah, maka upaya untuk menuntut kenaikan upah, perbaikan kondisi kerja, keamanan bekerja dan lain-lain prospek peningkatan, akan berakibat larinya modal asing dari negara tersebut” (Sen dan Grown 1987: 35).

Sistem budaya supranasional lain dapat juga mempengaruhi citra diri kaum ibu, yang akhirnya akan memberi dampak pada keputusan mereka tentang makanan bayi. Dan walaupun ideologi keagamaan seharusnya tak disalahtafsirkan sebagai keyakinan atau standar normatif lain, gagasan bahwa wanita itu tidak murni, menyusui bayi adalah tugas seorangwanita, dan bahwa pengorbanan sebagai ibu memang diharapkan atau bahwa ukuran kesopanan tidak memperbolehkan wanita menyusui bayi di depan umum, semua itu menciptakan suasana di sekitar pengambilan keputusan tentang pemberian makanan bayi. Gereja-gereja Protestan, agama Katolik Roma dan kelompok-kelompok pembaharu Islam semua itu merupakan sistem-sistem budaya supranasional telah mengaitkan wanita sebagai perorangan, seperti Rosa dan Grace, dengan sistem _interpretasi yang lebih luas tentang perilaku sekitar jenis kelamin, yang sebenarnya berasal dari masyarakat yang jauh letaknya dari daerah tempat tinggal mereka itu.

Barangkali juga sumber gambaran baru tentang hal-hal sekitar jenis kelamin datang pula dari tumbuhnya turisme internasional, terutama di Bangkok dan dalam ukuran yang lebih kecil, di Nairobi keduanya merupakan pusat industri turisme. Kepariwisataan atau turisme ini telah membuka pekerjaan-pekerjaan sektor pelayanan di Bangkok dan menghubungkan gambaran-gambaran kuat dari pola konsumsi modern. Hal ini menekankan adanya ketidaksamaan antara individu dan bangsa. Sebagai contoh, sementara Grace harus membayar sejumlah uang untuk mem peroleh air sebanyak satu bak plastik, hotel-hotel multinasional di Nairobi menampilkan air mancur dan kolam renang penuh air, sesuatu yang merupakan contoh nyata akan adanya dampak sistem dunia yang berbeda-beda di sebuah kota yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here