Memahami Sanitary landfill
Memahami Sanitary landfill

Yaitu pembuangan sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah, yang dilakukan lapis demi lapis, sedemikian rupa sehingga sampah tidak berada di alam terbuka, jadi tidak sampai menimbulkan bau serta tidak menjadi tempat binatang bersarang. Cara ini tentu amat bermanfaat jika sekaligus bertujuan untuk meninggikan tanah yang rendah seperti rawa-rawa, genangan air dan lain sebagainya.

Karena cara ini membutuhkan tanah yang dipakai untuk menimbun sampah, maka sebaiknya dilakukan pada tanah yang landai atau di sekitar bukit-bukit tanah. Jika cara ini dipergunakan beberapa keuntungan akan diperoleh, yakni tanah yang terbentuk dapat dimanfaatkan untuk daerah peru mahan misalnya, di samping rawa-rawa yang tertimbun dapat mencegah tempat bersarangnya nyamuk. Syarat yang harus dipenu hi pada sanitary landfill ialah:

(a)          harus tersedia daerah yang cukup luas;

(b)          ada tanah yang dapat dipakai sebagai penimbu n;

(c)           tersedia alat-alat besar.

4. Composting:

Yaitu pengolahan sampah jadi pupuk, yakni dengan terben-tulaiya zat-zat organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Pengolahan sampah jadi pupuk dapat dibedakan atas beberapa tahap, yakni:

‘(a) Pertama-tama dilakukan pemisahan benda-benda yang tidak dapat dipakai sebagai pupuk, seperti misalnya gelas, kaleng dan lain sebagainya. Suatu penelitian di Kalifornia membuktikan bahwa sekitar 66% dari sampah dapat dipergunakan untuk pupuk.

(b) Kemudian dilanjutkan dengan penghancuran sampah rnenjadi partikel atau potongan-potongan yang lebih kecil. Dianjurkan bahwa partikel atau potongan-potongan uu tidak boleh lebih besar dari 5 cm.

Setelah itu dilanjutkan dengan proses pencampuran dari sampah dengan memperhatikan perbandingan kadar karbon dan nilzogen yang terdapat di dalamnya. Sampah yang baik ialah yang mengandung nitrogen dan karbon dengan per-bandingan 1 berbanding 30 — 35.

(d) Akhirnya sampah tersebut ditempatkan pada galian tanah yang tidak begitu dalam, kemudian dibiarkan agar terjadi proses aerobic untuk mengubah sampah menjadi bahan pupuk Agar proses aerobic ini berjalan sempurna, sampah perlu dibolak-balik pada waktu-waktu tertentu, sekurang-kurangnya sebanyak 3 sampai 4 kali selama 15 sampai 21 hari pembentukan pupuk.

Pada umumnya cara composting ini tidak mendatangkan bahaya bagi kesehatan, asal saja dapat dicegah lalat hinggap di pengolahan tersebut.

5.            Discharge to sewers:

Di aini sampah harus dihaluskan dahulu dan kemudian di-buang ke dalam saluran pembuangan air bekas. Cara ini dapat dilakukan pada rumah tangga ataupun dikelola secara terpusat di kota-kota. Cara ini membutuhkan biaya irang besar serta tidak mungkin dilakukan jika sistim Dembuangan air kotor tidak baik.

6.            Dumping:

Ialah cara pembuangan sampah dengan meletakkan begitu saja di tanah. Cara ini banyak dilakukan di negara-negara yang masih berkembang. Tentu saja banyak segi negatifnya, terutama jika sampah teraebut mudah busuk.

7.            Dumping in water:

Prinaipnya sama dengan dumping, tetapi di sini dibuang ke dalam air (sungai atau laut), tentu saja jika sampah tersebut tidak diolsh sebelumnya (misal dengan menghaiuskannya) akan banyak menimbulkan kerugian, misalnya mengotorkan permukaan air, memudahkan berjangkitnya penyakit dan lain sebagainya.

8.            Landfill:

Di sini sampah dibuang di tanah rendah, tanpa ditimbun dengan lapisan tanah. Sama halnya dengan sistim dumping, cara ini banyak kerugiannya.

9.            Individual incineration:

Ialah pembakaran sampah yang dilakukan secara perorangan di rumah tangga. Pembakaran haruslah dilakukan dengan baik, jika tidak asapnya akan mengotori udara serta dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

10.          Recycling:

Ialah pengolahan sampah dengan maksud pemakaian kembali hal-hal yang masih bisa dipakai. Misalnya kaleng, kaca dan lain sebagainya. Cara ini berbahaya untuk kesehatan, terutama jika tidak mengindahkan segi kebersihan.

11.          Reductian:

Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih kecil dan hasilnya dimanfaatkan. Misalnya garbage reduction yang dapat menghasilkan lemak. Hanya jaja biayanya sangat mahal sehingga tidak sebanding dengan hasilnya.

12.          Salvaging:

Ialah pemanfaatan beberapa macam sampah yang dipandang dapat dipakai kembali. Jika pemanfaatan ini secara langsung, dapat mendatangkan bahaya untuk kesehatan, misalnya pemakaian kertas bekas untuk pembungkus makanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here